Jumat, 27 November 2015

Prancis Mengenang Korban Teror Paris, Hollande Bersumpah Musnahkan ISIS

Francois Hollande saat menghadiri upacara mengenang korban teror Paris

Prancis menggelar acara mengenang 130 korban tewas dalam serangan teror Paris. Bendera Prancis berkibar di banyak gedung dan rumah-rumah warga sebagai bentuk solidaritas.

Acara resmi untuk mengenang para korban ini digelar di Museum Militer Les Invalides di Paris, pada Jumat (27/11) waktu setempat. Presiden Francois Hollande dan sejumlah pejabat penting Prancis lainnya serta para anggota parlemen hadir dalam acara ini.

Di tengah cuaca dingin, seperti dilansir Reuters, Jumat (27/11/2015), satu per satu dari total 130 nama korban tewas dibacakan. Sebagian besar korban tewas berusia di bawah 35 tahun dan berasal dari berbagai wilayah Prancis serta dari 17 negara lainnya.

Dalam pidato memilukan namun tegas, Presiden Hollande bersumpah akan menghancurkan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mengklaim bertanggung jawab atas teror Paris. Dia juga menyerukan agar publik Prancis membantu memerangi ISIS dengan tetap mendatangi restoran, bar, pusat kebudayaan dan acara olahraga serta menikmati hidup seperti yang dibenci teroris.

"Saya, dengan tegas, berjanji kepada Anda semua bahwa Prancis akan melakukan apapun untuk mengalahkan pasukan radikal yang melakukan kejahatan ini, bahwa Prancis akan terus melindungi warganya tanpa lelah," ucapnya.

"Teroris ingin memecah belah kita, melawan kita, mengadu kita satu sama lain. Mereka akan gagal. Mereka memiliki kultus kematian, kita memiliki kasih sayang dalam kehidupan," imbuh Hollande.

Usai teror Paris, Prancis meningkatkan sistem keamanan di wilayahnya dan meningkatkan operasi militer terhadap ISIS di Suriah. Pekan ini, Hollande menggelar dialog dengan pemimpin negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Jerman dan Italia untuk mencari cara menghancurkan ISIS.

"Kita akan mengalahkan musuh ini. Bersama. Dengan pasukan kita, republik ini. Dengan tangan kita, dengan demokrasi. Dengan institusi kita, dengan hukum internasional," tegas Hollande.

======================================================================






Tidak ada komentar:

Posting Komentar