Pahlawan Barcelona Ini Ditolak Real Madrid Karena “Kelewat Jelek”
Real Madrid pernah mempertimbangkan untuk merekrut pemain hebat ini, tapi akhirnya dibatalkan karena “mukanya terlalu jelek” dan tidak cocok masuk Galaticos. Pemain yang ditolak itu akhirnya membalas dendamnya dengan dua gol ke gawang Los Blancos.
Pemikiran yang muncul di kalangan pejabat Real Madrid adalah bahwa pemain asal Brasil, Ronaldinho, ‘terlalu jelek’ untuk menjadi salah satu bintang Galacticos mereka. Mereka akhirnya memilih menandatangani pemain asal Manchester United David Beckham.
Seorang rekan dekat dari presiden klub Florentino Perez mengatakan kepada El Pais bahwa tidak ada gunanya membeli Ronaldinho karena dia ‘begitu jeleknya’ sehingga ia akan menenggelamkan brand Anda.
Barcelona mengalahkan penawaran Manchester United atas Ronaldinho dan kemudian mendantangani dia pada musim panas 2003. Dan dua tahun kemudian Ronaldinho menenggelamkan Real Madrid di lapangan.
Itu adalah pertandingan tanggal 19 November 2005, tanggal yang tidak akan pernah dilupakan oleh Ronaldinho dan para pendukung Barcelona.
Dominasi Barcelona atas Real Madrid di La Liga bukan hal baru. Terima kasih untuk bantuan dari Ronaldinho mereka telah memenangkan gelar musim sebelumnya, tapi mencakup kekalahan Blaugrana di Santiago Bernabeu.
Ronaldinho memulai permainan bersama Samuel Eto’o, seorang pemain lain yang juga punya urusan yang belum selesai dengan Real Madrid, setelah diberitahu dia tidak cukup hebat untuk tinggal bersama mereka. Eto’o mencatatkan gol pembuka permainan, hasil operan yang cukup baik dari Lionel Messi yang saat itu masih berusia 18 tahun.
Sang pemain Argentina membuat debut El Clasico-nya dan ada cukup banyak cerita untuk dituliskan ke dalam sebuah buku soal bentrokan dengan Madrid, tapi bintang pertunjukan pada tanggal 19 November 2005 ini adalah Ronaldinho.
Sebelum batas satu jam, Ronaldinho mengambil bola naik dari dekat garis setengah lapangan, masuk secara cepat di sebelah kiri. Melangkah maju ke dalam kotak pernalti mengarah ke gawang lawan dan pertahanan Madrid gemetar ketakutan.
Dia meninggalkan Ramos, yang menerjang di atas rumput, dan bukan untuk pertama kalinya hari itu, sebelum memasuki daerah berbahaya. Ivan Helguera tidak punya cara untuk menghentikan dia dan Anda bisa melihat Ronaldinho meluncur melewatinya. Roberto Carlos terbang melintas untuk mencoba memblokir Ronaldinho tapi sebelum ia dekat dengan pemain Barcelona itu, bola sudah tergeletak di belakang jaring Iker Casillas. Sedikit lebih dari 15 menit kemudian, dia melakukannya lagi.
Mengambil bola di sebelah kiri lapangan lagi, ia berhasil melewati Ramos tanpa berkeringat, sebelum melepaskan bola melewati Casillas dan ke sudut jauh, untuk menutup kemenangan bagi Barcelona.
Kiper utama tim Spanyol itu menggeleng, seolah-olah mengatakan tidak ada gunanya bahkan mencoba untuk menghentikan Ronaldinho.
Dan kemudian hal yang aneh terjadi. Beberapa penggemar Madrid mulai bertepuk tangan atas aksi Ronaldinho. Dan kemudian beberapa lagi. Dan kemudian beberapa lagi. Sampai akhirnya sebagian besar pendukung Real Madrid bertepuk tangan kepada bintang Brasil itu, sesuatu yang hampir tak terpikirkan dalam sebuah derby bernama El Clasico. Itu sebagian untuk merayakan kebesaran Ronaldinho, dan sebagian untuk mengirim pesan ke presiden mereka.
"Jelek atau tidak, sepak bola itu indah dan itulah yang pendukung Real Madrid inginkan."
======================================================================


Tidak ada komentar:
Posting Komentar