Jumat, 20 November 2015

Ini yang digunakan Militan ISIS supaya tetap Waspada

Ini Narkoba yang Diduga Digunakan ISIS

Ini adalah Captagon, narkoba yang digunakn ISIS

Diduga militan ISIS menggunakan narkoba sejenis amphetamine yang membantunya terus bangun berhari-hari. Dilaporkan, di Suriah dan beberapa wilayah di Timur Tengah terdapat pihak yang memproduksi narkoba bernama captagon. Obat jenis ini dikatakan salah satu narkoba yang menyebabkan ketagihan cukup tinggi.

Selain diduga digunakan militan ISIS, narkoba jenis ini juga dijual di pasar gelap Suriah. Hasil penjualan akan digunakan sebagai pendanaan untuk membeli senjata dan amunisi kelompok militan ini. Efek dari narkoba ini dikatakan membuat seseorang terus waspada dan menghilangkan rasa kantuk. Jadi, obat ini digunakan militan ISIS jika akan melakukan operasi atau baku tembak. 
Captagon sendiri sebenarnya pertama kali diproduksi di negara Barat pada 1960-an untuk mengobati pasien yang mengidap hiperaktif, narcolepsy, dan depresi. Namun pada 1980, obat ini dilarang karena menyebabkan efek ketagihan yang cukup tinggi sehingga dicabut dari peredaran.

Psikiater asal Lebanon, Ramzi Haddad mengatakan obat tersebut memiliki efek sebagai stimulan. “Obat ini memberi penggunanya efek euforia, sering bicara, tidak tidur, tidak makan, namun tubuh penuh dengan energi. Untuk memproduksinya sendiri cukup mudah dan sederhana, hanya butuh pengetahuan dasar kimia dan timbangan,” ucapnya, sebagaimana dilansir Daily Mail, Jumat (20/11/2015).

Media negara Suriah sendiri sudah sering mengangkat berita bagaimana pemerintah berhasil menyita senjata beserta narkoba ini di basis militer ISIS ataupun pemberontak rezim Assad. Dilaporkan bahwa narkoba jenis ini di Suriah dijual per pil seharga 5 USD atau sekira Rp. 68.200.

======================================================================







Tidak ada komentar:

Posting Komentar