Selasa, 24 November 2015

Kisah Sang Anak Kota yang Hilang.. Kembali Setelah 20 tahun..

Sebagai anak imigran miskin, 20 tahun lalu, Zlatan Ibrahimovic kerap berangkat tidur dengan perut yang lapar. Kini ia kembali dengan seragam PSG dan membuat kota kelahirannya, Malmo di Swedia, "terbelah dua". Bingung mau membela dirinya atau klub Malmo FF. Inilah kisah hidup Zlatan Ibrahimovic, sang anak kota yang hilang. Sebagai striker Paris Saint-Germain, Zlatan Ibrahimovic akan kembali ke kota asalnya, Kamis dinihari WIB, dan menyebabkan beberapa fans Malmo FF tidak tahu lagi mau mendukung anak kota yang hilang atau tim yang sudah membuat karirnya melesat.




Di lapangan sepakbola di lingkungan yang penuh dengan kaum imigran, Rosengard, di mana pemain asal Swedia berusia 34 tahun itu dibesarkan, salah satu rekan tim masa kecilnya mendesah sambil merenungkan ke mana simpatinya akan diberikan selama pertandingan Liga Champions antara Malmo dan PSG.

“Dua-duanya. Mungkin bagi Malmo sedikit lebih banyak,” kata Ivan Milosevic, sebelum ia tertawa dan menambahkan: “Saya seorang Malmoitian,” mengacu pada istilah untuk penduduk kota itu.

Lahir pada tahun yang sama, tahun 1981, kedua pemain memulai karir mereka di FBK Balkan, sebuah klub lokal yang didirikan oleh para imigran Bosnia dari bekas Yugoslavia pada tahun 1962, yang membuat mereka menjadi tim imigran sepakbola tertua di Eropa.

“Dia adalah karakter yang lucu, terus-menerus iseng. Datang latihan dengan sepeda rusak, selalu menguasai bola, bercanda dengan orang lain di tim …,” katanya.

“Dia berlari terus menerus dan tidak pernah mendengarkan apa kata pelatih. Apa yang dia suka lakukan, dia lakukan, terus menggiring bola ketika ia seharusnya sudah mengumpan bola.”




Hampir 15 tahun setelah ia meninggalkan Malmo untuk Ajax, figur pemberontak Ibrahimovic tetap utuh saat ia secara teratur menciptakan kontroversi, mulai dari klaim baru-baru ini bahwa ia membuat Perancis “masuk peta dunia sepak bola” sampai tawaran untuk menyumbangkan sepeda kepada para pemain wanita setelah asosiasi bola Swedia memberi hadiah pemain laki-laki dengan mobil Volvo baru. Di pinggiran kota di sisi timur Malmo, dukungan tidak pernah goyah dan di lapangan pengaruhnya sangat jelas.

“Dia idola besar di sini, semua orang tampak mendukung dia,” kata Milosevic.

Ibrahimovic bergabung Malmo FF pada tahun 1994, membuka jalan bagi pemain lain dari latar belakang imigran seperti dirinya untuk melakukan hal yang sama. Itu adalah prestasi yang luar biasa di kota yang pada masa itu masih sangat terpisah satu sama lain, terutama bagi seseorang yang menurut autobiografinya sendiri kadang-kadang akan pergi tidur dalam kondisi kelaparan.

Mantan tetangganya, Aneta Moura yang kelahiran Yunani mengingat dia sebagai “mungkin sedikit nakal. Ibunya harus datang dan menjemput dia di sana-sini.”

Ketika ia berusia antara delapan dan 10 tahun, ia adalah “bos” dari sekelompok anak-anak yang disuruhnya pergi ke toko lokal untuk membeli permen untuknya, katanya.

“Karena miskin Zlatan tidak punya uang untuk pergi membeli (sesuatu) … Dia tidaktumbuh besar seperti anak-anak lain. Aku tahu itu, aku bisa merasakan hal itu dari dia,” katanya.

Namun dia menambahkan: “Dia adalah seorang anak yang sangat waspada. Dia masih sama.”

Persiapan untuk pertandingan Rabu telah berlangsung di Malmo dari saat ia mengumumkan bahwa PSG akan datang ke kota itu.

“Semua kota Malmo akan dapat menonton pertandingan. Saya sudah membooking alun-alun di mana permainan … akan disiarkan secara langsung,” Ibrahimovic menulis di Facebook pada bulan September.

Di pusat perbelanjaan lokal Rosengard, Muhsen Awad, seorang kasir keturunan Swedia-Arab yang juga menjalankan bisnis sampingan menjual bendera sepak bola dan CD, mengatakan ia telah “berusaha dengan segala cara yang mungkin” untuk mendapatkan tiket untuk pertandingan tersebut, namun tidak beruntung.

Tiket Malmo vs PSG telah dijual setinggi Rp 33 juta di pasar gelap, ia mengklaim, sembari memnyusun ulang salah satu dari banyak bendera biru dan putih Malmo yang menghiasi tokonya.

“Pasti akan ada perasaan campur aduk … Ini akan menjadi pertandingan bersejarah ketika Zlatan datang untuk bermain melawan tim awalnya sendiri’,” kata dia, sebelum memprediksi bahwa penggemar Malmo masih akan tetap setia kepada tim mereka sendiri.

“Semua wilayah kami mendukung Malmo FF tidak peduli dengan siapa mereka bertanding,” katanya.


======================================================================







Tidak ada komentar:

Posting Komentar