Selasa, 24 Mei 2016

Luapan Emosi Menerpa Guardiola Saat Meninggalkan Bayern Munchen


Seorang wartawan bahkan menulis bahwa ia tak akan menangis saat mengucapkan selamat tinggal pada juara Liga Jerman tersebut pada Sabtu malam. Pep membuktikan bahwa semua tuduhan itu salah. Saat Douglas Costa mencetak gol penalti yang membawa Bayern menjuarai Piala Jerman di Berlin, Guardiola menangis dengan keras. Ketika pengangkatan trofi, sang kapten tim Philipp Lahm bersikeras bahwa Guardiola-lah yang seharusnya mengangkat piala tersebut tinggi-tinggi, bukan dia. Itu adalah trofi ketujuh dan terakhir yang dipersembahkan Guardiola sepanjang menjadi pelatih Bayern Munchen. Dan semua itu ia dapatkan melalui perjuangan dan usaha yang keras dan dalam waktu yang tidak sebentar.

“Apa saja bisa terjadi saat adu tendangan penalti,” ujar Guardiola ditengah-tengah selebrasi kemenangan. “Semua orang berjuang keras ketika babak perpanjangan waktu, jadi kami semua sangat senang sekali (telah memenangkan trofi Piala Jerman).”


Di partai final, di malam yang hangat di kota Berlin, Guardiola telah mematahkan seluruh anggapan orang-orang yang berpikir bahwa ia tak akan pernah menangis ketika ia datang ke Bayern Munchen dulu. Dalam keadaan imbang 0-0, ia terlihat jongkok di pinggir lapangan, tampak ekspresi kesedihan muncul di wajahnya. Itu adalah hal yang jarang dilihat oleh orang-orang. Namun air mata itu tumpah ketika timnya meraih kemenangan dalam adu penalti. Emosi yang ditunjukkan oleh para pemainnya, bagaimanapun juga itu menunjukkan betapa besarnya penghargaan yang ia dapatkan selama 3 tahun ini. Arjen Robben bahkan menyatakan “suatu kehormatan” bisa bekerja dengan Guardiola. Sebuah pujian yang besar dari seorang pemain yang pernah diasuh oleh beberapa pelatih top dunia.

“Semua pemain yang pernah ia latih harusnya bersyukur karena diberi kesempatan untuk bekerja bersamanya,” tambah Lahm.

Dia mungkin tidak memenangkan Liga Champion. Para fans mungkin tak pernah sepenuhnya menyukainya. Tapi hanya orang bodoh yang berpikir bahwa Pep Guardiola dan Bayern Munchen tak pernah memiliki hubungan spesial. Buktinya adalah kata-kata terakhirnya. Pada sesi wawancara Guardiola ditanyai sebuah pertanyaan tentang apakah dia akan kembali lagi ke Jerman atau tidak.


“Aku tidak tahu,” ujarnya terbata-bata dan dengan mata yang sembab. Lalu dengan senyum hangatnya, dia pergi. Wawancara terakhirnya di Jerman telah selesai, dan ia kembali menghilang sekali lagi. Tapi jika ia tidak tahu, maka siapa yang tahu? Mungkin saja dia akan kembali lagi suatu hari nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar